Selasa, 07 Februari 2012

Rain Coat


Rain coat,....bahan WP ringan dan praktis bisa dilipet kecil,..cocok untuk adventure, cycling touring (size M, L, XL, XXL),....bisa beri nama club,...minimal pesanan 12 biji,.....@ rp 100.000,....(sms 085755722217, pin bb 2800525E) http://mtb-senggreng.blogspot.com/2009/08/blog-store.html
Continue Reading...

Selasa, 20 April 2010

TIPS MEMILIH SETANG MTB

Persendian tangan cepat lelah, atau otot-otot lengan terasa kaku setelah bersepeda? Bisa jadi, hal itu terjadi akibat pemilihan tipe dan posisi setang yang kurang sesuai. Sebetulnya cara menentukan pilihan setang ideal adalah bukanlah perkara sulit. Coba simak baik-baik tips dibawah ini. Langakah pertama yang harus dilakukan adalah mengukur lebar pundak anda. Lebar pundak atau bahu merupakan satu-satunya ukuran yang bisa dipakai untuk menentukan lebar setang. Makanya sebelum memilih setang lebar pundak harus di ukur lebih dahulu. Lebar bahu biasanya berada dalam rentang 38 dan 44 cm. Bila lebar bahu anda 42 cm, maka pilihlah setang dengan ukuran tersebut. Cara mengukur setang adalah dengan menempatkan ukuran pada sisi terluar kesisi terluar satunya lagi. Lebar dan posisi setang yang cocok akan meningkatkan efisiensi pernafasan saat mengayuh. Satu catatan khusus, saat menghadapi tanjakan, kita memerlukan setang yang lebih ciut. Jadi, setang yang baik juga harus memungkinkan kita memegang bagian dalamnya dengan nyaman. Untuk setang model rata ( flat bar ), memilih setang yang panjang dan kemudian memotongnya sesuai dengan kebutuhan tubuh adalah langkah yang paling mudah. Untuk mengubah posisi cengkraman tangan, ada baiknya juga jika kita menggunakan bar end. Bar end terasa sekali fungsinya saat rute yang dilalui menanjak, sebab otomatis cengkraman tangan akan berubah menjadi gerak mengangkat dan menarik bobot tubuh condong ke arah depan. Jika anda menggunakan setang tipe rise bar ( yang melengkung ke atas ), tak ada salah jika anda menggunakan setang yang lebarnya sedikit lebih lebar dibanding lebar bahu anda. Rise bar memberikan kenyamanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan flat bar. Tapi harus di ingat bahwa setang rise bar ini lebih cocok digunakan untuk medan dengan teknikal tinggi, namun kurang cocok untuk mengayuh kencang. Lantara itu, rise bar hanya layak dipakai untuk sepeda dalam kota, touring ke medan offroad, serta sepeda-sepeda yang akan dipakai untuk kompetisi dengan rintangan teknik tinggi seperti downhill ataupun free ride.
Continue Reading...

Senin, 19 April 2010

AYO KITA DUKUNG GERAKAN BIKE TO WORK


Jangan berharap semua orang akan mendukung gerakan Bike To Work. Sejumlah pakar lingkungan bahkan mengecam orang-orang yang menaiki sepeda di tengah polusi udara yang pekat itu. Pada kondisi udara yang kotor itu, bersepeda nyaris tak ada bedanya dengan tindakan bunuh diri. Maklumlah, saat bersepeda paru dan jantung akan bekerja exstra keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Tapi alih-alih memperoleh pasokan oksigen, justru aneka gas beracun masuk ke dalam tubuh. Tapi tak apalah, negeri ini memang butuh martir, tapi bukan martir dalam arti sebenarnya. Akan lebih tepat jika para bike to worker itu dikatakan sebagai pahlawan lingkungan. Kenapa? Martir menjadikan dirinya sebagai korban. Tapi tak demikian bagi bike to worker. Para pahlawan ini sadar benar bahwa kondisi udara memang sudah tak lagi bagus. Udara yang sehari-hari dihirup oleh warga ini sangat sarat dengan kandungan karbon monoksida (CO), ada paparan timbal, (Pb) dan lain sebagainya. Naik sepeda ataupun tidak, udara berkwalitas buruk itulah yang harus di sedot. Bedanya, dengan naik sepeda kita tak perlu memperburuk kwalitas udara yang ada disekitar kita. Bike to worker hanya mengeluarkan keringat, tapi tidak mengemisi CO atau Pb. Tapi bukankan mereka menghisapnya sepanjang perjalanan? Ya juga, memang. Satu hal yang tak boleh dilupakan. berbarengan dengan saat mereka menghisap udara buruk itu, jantung dan paru mereka beraktivitas. Penelitian yang dilakukan di Singapura dan Amerika, membuktikan jantung dan paru yang aktif bisa mengurangi jumlah zat beracun yang merasuki tubuh. Kata lainnya, racun yang merasuki tubuh orang yang naik sepeda ditengah polusi udara, jauh lebih ringan dibandingkan yang diserap oleh pengendara sepeda motor atau mereka yang memanjakan diri dengan dinginnya air conditioner di dalam mobil. Ingat filter udara yang ada diperangkat AC sejatinya tak bisa menangkal masuknya aneka zat beracun. Di dalam mobil, mereka mungkin memang bisa berleha-leha menikmati udara yang adem. Tapi kesehatan mereka tak lebih baik dibandingkan dengan mereka yang terengah-engah mengayuh sepada. Jadi siapa yang sesungguhnya melakukan tindakan bunuh diri itu? Siapa pula yang jadi martir dan pahlawan? Anda tentu sudah bisa menjawabnya sendiri.
Continue Reading...

Senin, 08 Maret 2010

SEJAWAT Seri 10 Pacet Mojokerto



Sejawat seri 10 pacet mojokerto, Begitu kita tiba di pacet sudah kebingungan mengenai penginapan, vila yang dipakai untuk kita ternyata sudah di tempati oleh club lain. Untung ada yang nolongin dan memberi kita penginapan dan dengan biaya pribadi. Thanks untuk mas Endri,...kami hutang budi banget dan semoga amal kebaikan mas dapat balasan dari Allah SWT,...thanks banget mas.Mengenai Trek rute benar2 terlalu menantang. Rute 90% jalan, karena trek terlalu sempit, dan licin. (foto2 bisa dilihat di Galeri Foto)
Continue Reading...

Jumat, 05 Februari 2010

BLITAR FUN & ADVENTURE BIKE 2010

Dalam rangka memperingati hari bumi 2010, MATA DEWA Organizer menggelar rangkaian even BLITAR FUN & ADVENTURE BIKE 2010. Even ini dilaksanakan melewati 2 rute yang mempesona. Rute Fun sepanjang 20 km dengan panorama yang menawan, sedangkan Rute Adventure sepanjang 30 km dengan kombinasi track Offroad diselingi single track di lereng G. Kelud dan G. Kawi dengan pemandangan kebun teh yang indah. Sedangkang mengenai hadiah,....hadiah utama 3 unit sepeda motor,....serta banyak hadiah lainnya.....sedangkan tanggal pelaksanaan yaitu 4 April 2010 start pukul 06:00 WIB. Start dan Finish Lapangan PDAM Wlingi Blitar.
Contact Person
silahkan lihat di famplet
Continue Reading...

Selasa, 26 Januari 2010

MEMINDAHKAN BERAT BADAN SAAT MENAKLUKAN TANJAKAN

Bagi penggemar MTB Senggreng tanjakan dan turunan adalah ibarat lauk dan sayuran yang wajib di santap setiap saat. Tapi, sama juga seperti menyatap sayuran, cara melahap tanjakan juga ada caranya. Dan, meskipun penyuka MTB sangat banyak jumlahnya, masih banyak yang belum tahu cara yang benar untuk menaklukan tanjakan. Menurut sejumlah literatur, kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh pesepeda adalah dalam hal mengatur pusat berat badannya. Mereka membebankan seluruh bobot tubuhnya ke pedal dan roda belakang. ciri-ciri dari mereka ini gampang dilihat. Jika seorang pesepeda berdiri diatas pedal, tangannya bergantung ke setang, dan kepalanya menunduk dan berada di atas roda depan, itu merupakan pertanda bahwa sebagian besar bobotnya dialirkan ke roda belakang. Roda depan karena terbawa oleh gerakan mengangkat yang diterima sadel, menjadi berkurang cengkramannya ke tanah. Apa yang terjadi kemudian,..akan sangat mudah ditebak. Pada medan yang licin, atau berkerikil, roda belakang akan mudah selip. Cara mengayuh ini sebaiknya jangan digunakan. Bagaimana posisi terbaik saat ditanjakan? Kalaupun harus berdiri, maka berdirilah diatas pedal dengan posisi badan yang lurus, jangan terlalu membungkuk. Gunakan tangan untuk menekan setang agar traksi roda depan tetap bagus meskipun sebagian besar bobot pengendara berpindah keroda belakang. Posisi yang demikian akan menghasilkan efisiensi pedaling maupun steering. Haruskah mengayuh sembari berdiri? Tentu tidak. Mengayuh dengan posisi berdiri sedapat mungkin justru harus dihindari. Berdiri hanya boleh dilakukan pada saat-saat tertentu saja. Yakni jika tanjakan yang akan dilakukan tidak cukup panjang hingga bisa dilahap dalam tempo kurang dari 2 menit. Jika waktu yang dibutuhkan lebih dari itu, mengayuh sambil berdiri akan membuang tenaga sia-sia saja. Sebagian besar tanjakan harus ditaklukan sambil tetap duduk diatas sadel. Posisi duduk harus diatur dengan membiarkan badan anda tetap berada disadel atau setidaknya berat badan berada diarea belakang roda. Atur gear pada posisi rendah dengan tujuan agar pedaling bisa dilakukan dengan teratur. Jangan terlalu memaksakan untuk mendorong handlebar dan roda depan karena bisa menyebabkan kehilangan keseimbangan dan steering menjadi tidak efisien. Ini baru persiapan untuk menanjak. Bila sudah memasuki medan yang sesungguhnya, anda harus mengatur posisi badan agar beratnya ada di tengah sepeda dengan tujuan meningkatkan traksi pada roda belakang. Jaga pedaling agar tetap bergerak. Iramanya juga harus teratur, tidak cepat juga tidak pula lambat, harus teratur pada kisaran 60-100 x per menit. Kayuh sepeda dengan halus untuk menjaga keseimbangan,..... (moga bermanfaat MTB-SENGGRENG-MALANG)
Continue Reading...

Selasa, 12 Januari 2010

Fun Bike di Kota Malang

East Java Fun Bike to preven global warming Jawa Bali dilaksanakan pada hari minggu 31 januari 2010 start dan finish di balai kota Malang start dimulai pukul 6.30 Tiket Rp. 35.000,- Free T-Shirt Global Warming Hadiah 5 Honda Revo 8 Sepeda Gunung Polygon TV, Lemari Es, & Ratusan Door Prize Ayo Bolo didukung gerakan global warming ben bumine ora tambah panas,....ojo bosen2 mancal pedal,...ra usah sobo spbu maneh,......
Continue Reading...

Rabu, 06 Januari 2010

Anda ingin sehat??? Ayo bersepeda!!!!

Bersepeda akan sangat bermanfaat untuk kesehatan dan menjaga tubuh kita selalu dalam keadaan bugar. Bersepeda akan bermanfaat untuk Hati dan Jantung
Dengan bersepeda tiap hari akan melatih nafas kita untuk bernafas lebih panjang di bandingkan dengan orang yang tidak bersepeda, bersepeda lebih efektif dibandingkan dengan senam erobic dan lebih menyenangkan. Bersepeda merupakan salah satu bentuk olah raga yang paling efektif dan murah untuk mencapai kesehatan yang mahal harganya. Sebagai contoh, bersepeda dan mengurangi resiko serangan jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes, untuk itulah kenapa bersepeda merupakan salah satu sarana untuk hidup sehat.

Hasil penelitian menyebutkan bersepeda dalam jarak yang pendek dan sering dilakukan akan mengurangi kematian kurang lebih 22%.

Bersepeda dan Berat badan
Bersepeda dapat dijadikan salah satu program untuk mengurangi berat badan. Dengan bersepeda kita sama saja membakar energy kita yang dihasilkan dari makanan yang kita konsumsi semisal coklat dan sedikit minuman beralkohol (sekitar 300 kalori).

Hanya dengan 15 menit bersepeda dari rumah ke kantor kita 5 – 6 kali dalam seminggu, kita telah berhasil mengurangi berat badan kita 11 pounds dalam satu tahun.

Bersepeda dan Mood (semangat)
Bersepeda memberikan efek yang positif pada perasaan dan suasana hati kita. Bersepeda dapat mengurangi depresi, strees, meningkatkan mood dan memotivasi diri kita. Sebagai contoh dengan bersepeda kita dapat melihat lingkungan sekitar secara lebih seksama, bersosialisasi dengan lingkungan, menikmati pemandangan alam dan udara yang segar. Bonus dari semua itu adalah kesehatan.

Bersepeda dan Polusi udara
Jika tidak perlu kuatir dengan polusi udara yang disebabkan lalulintas kendaraan, hasil penelitian menyebutkan orang yang bersepeda lebih sedikit terkena polusi udara dari pada orang yang naik kendaraan bermotor. Hal ini di mungkinkan karena orang yang bersepeda bernafas lebih teratur dan menghisap oksigen lebih banyak.

Helm Sepeda
Jangan melupakan benda satu ini, meski sampai sekarang masih banyak anggapan bahwa memakai helm saat bersepeda itu bukan suatu hal yang penting anggapan tersebut salah. dengan memakai helm dapat mengurangi resiko terjadinya kecelakaan jika kita jatuh atau kecelakaan lainnya. Untuk mendapatkan Helm sesuai dengan keamanan dan kenyamanan bersepeda kita dapat mengunjungi toko sepeda terdekat disana kita bisa mendapatkan banyak pilihan ukuran yang sesuai dengan ukuran kepala kita. Dengan Helm bersepeda menjadi lebih aman dan nyaman.
smb : sepedaku
Continue Reading...

Jumat, 01 Januari 2010

KLASIFIKASI SEPEDA GUNUNG BERDASARKAN FUNGSI

Setidaknya ada 5 jenis sepeda gunung berdasarkan fungsinya, yaitu:

a. Cross country (XC)
Dirancang untuk lintas alam ringan hingga sedang. Didesain agar efisien dan optimal pada saat mengayuh dan menanjak di jalan aspal hingga jalan tanah pedesaan.

b. All mountain (AM)
Dirancang untuk lintas alam berat seperti naik turun bukit, masuk hutan, melintasi medan berbatu, dan menjelajah medan offroad jarak jauh. Keunggulan all mountain ada pada ketahanan dan kenyamanannya untuk dikendarai. Hampir semua sepeda AM bertipe full-suspension.

c. Freeride (FR)
Dirancang untuk mampu bertahan menghadapi drop off (lompatan) tinggi dan kondisi ekstrim sejenisnya. Bodinya kuat namun tidak secepat dan selincah all mountain karena bobotnya yang lebih berat. Kurang cocok untuk dipakai jarak jauh.

d. Downhill (DH)
Dirancang agar dapat melaju cepat, aman dan nyaman dalam menuruni bukit dan gunung. Mampu menikung dengan stabil pada kecepatan tinggi dan selalu dilengkapi suspensi belakang untuk meredam benturan yang sering terjadi. Sepeda DH tidak mengutamakan kenyaman mengayuh karena hanya dipakai untuk turun gunung. Sepeda downhill juga lebih mengacu pada lomba, sehingga selain kekuatan, yang menjadi titik tekan dalam perancangannya adalah bagaimana agar dapat melaju dengan cepat. Untuk menuju ke lokasi, para downhiller tidak mengayuh sepeda mereka namun diangkut dengan mobil. Tidak efisien dipergunakan di dalam kota maupun di jalur cross country.

e. Dirtjump (DJ)
Nama lainnya adalah urban MTB. Penggemar jenis ini awalnya adalah anak muda perkotaan yang menggunakan sepeda gunung selain sebagai alat transportasi, ngebut di jalanan kota, juga digunakan untuk melakukan atraksi lompatan tinggi dan ekstrim. Fungsinya mirip BMX namun dengan bentuk yang diperbesar.
Continue Reading...

Rabu, 30 Desember 2009

Tips merawat rem

Rem (brakes) merupakan komponen yang sangat penting dalam bersepeda, sangat berbahaya jika kita bersepeda tanpa adanya komponen ini. Rem depan maupun belakang sepeda kita tentunya memerlukan perawatan sehingga dapat berfungsi dengan baik sehingga kita aman dan nyaman dalam bersepeda.

Berikut kami coba memberikan Tips dan Trik langkah sederhana untuk memperbaiki dan merawat komponen Rem sepeda gunung anda. Siapkan Toolset, Pelumas dan Cairan pembersih, buku manual.

1. Periksa kampas rem sepeda anda, baik anda yang menggunakan tipe konvesional (V-brake) atau menggunakan tipe Disc brake (cakram).
- Untuk V-brake cek kampas rem baik depan dan belakang, pastikan ketebalan masih mencukupi dalam arti masih bisa menempel pada pelek (rims) sepeda anda jika tuas rem di tarik.
- Untuk Disc Brake (cakram) pastikan kampas rem anda baik depan ataupun belakang masih tebal dan masih bisa menempel pada cakram (disc) jika tuas rem (brake lavers) ditarik.
Baik V-Brake atau Disc Brake pastikan kampas rem dapat bergerak secara bersama pada saat di lakukan pengereman.

2. Jika mempunyai buku panduan cara melakukan perawatan brakes (rem) sepeda anda, buku panduan tersebut dapat di jadikan acuan untuk perawatan, jika tidak tidak usah kuatir karena pada perinsipnya rem dengan V-brake dan Disc brake tidak terlalu berbeda jauh.
- Untuk V-brake jika kampas rem masih tebal dan layak tapi rem tidak berfunsi dengan baik, hal tersebut bisa terjadi karena setingan knob pada tuas rem baik depan dan belakang yang terpasang di stang kemudi tidak diatur dengan benar.
Putur dan aturlah knob pengatur tarikan (kabel) baik depan dan belakang, sesuaikan dengan kebutuhan pengereman, usahakan ketika tuas di tarik tidak terlalu dalam (dekat dengan handlebar-kemudi) atau terlalu jauh.
Ingat! jangan lumasi kampas rem anda hal ini membuat licin gesekan kampas dengan pelek (rims)
Untuk pengaturan knob brake levers (tuas rem) anda memerlukan tools standart dan tang untuk pengencang knob.
- Untuk Disc Brake jangan takut rusak meski terlihat lebih rumit tapi jika di lakukan dengan benar semuanya pasti berhasil. Disc brake ada dua macam dalam MTB sepeda gunung, ada yang masih menggunakan kabel ada yang sudah menggunakan hidrolis system (minyak rem).
Untuk yang masih menggunakan kabel (kawat) pastikan jika tuas rem di tarik master rem dapat bekerja dengan benar. Ketika Tuas di tarik otomatis master rem bekerja dengan menekan campas rem bagian dalam sehingga kampas rem menjepit disc brake (cakram). Jika kampas masih tebal dan rem tidak berfungsi dengan baik, bisa di coba dengan atur memutar kampas bagian luar sehingga terlihat lebih masuk (mendekati cakram).
Atur knob baik pada tuas rem dan master rem, pastikan ketika tuas di tarik kampas menjepit cakram sempurna dan jarak tuas tidak terlalu dalam atau terlalu pendek (jarak dengan handle bar (stang kemudi) jika di tarik (pengereman)
Lumasi kawat rem dengan semprotan pelumas yang banyak di jual, jangan terlalu banyak karena jika mengendap dan bercampur kotoran akan menggumpal. Ingat! jangan lumasi kampas rem anda hal ini membuat licin gesekan antara kampas dan disc brake (cakram)
Untuk anda yang sudah menggunakan tipe hidrolik (minyak rem) pastikan minyak rem dalam kondisi selalu ada pada box master rem tuas (dekat handlebar) jika kosong segeralah isi dengan minyak rem standart yang banyak di jual.

Pastikan Jika tuas di tarik kampas dapat menekan disc (cakram) dengan sempurna. Sama halnya untuk setingan knob model kawat maupun hidrolis.
Tips : Jika kampas ada masih terlihat bagus dan tebal akan tetapi ketika di rem terdengar bunyi, bersihkan kampas dan cakram dengan menyemprotkan WD-40 atau dengan menggosok cakram dengan air sabun dan lap dengan kain bersih. Lakukan hingga bunyi hilang.

3. Untuk mengganti kampas rem yang sudah aus atau tipis siapakan kunci L dan peralatan standart lainnya.
Untuk melepas dan menggati model rem V-brakes sangat sederhana caranya, tekan kedua sisi dudukan kampas lepas kawat pengaitnya. Setelah dudukan lepas barulah lepas kampas rem dengan kunci L. Untuk mempermudah penggantian lepaslah dulu roda depan dan belakang anda.

Untuk Mengganti kampas rem model disc brake (cakram) siapakan toolset standart lepas roda depan dan belakang, lepaslah master rem sehingga anda dapat leluasa membongkar kampas rem (jika ada buku petunjuk produk master rem yang anda pakai ikutilah secara seksama).

Untuk disc brake dengan master rem hidrolis anda perlu sedikit ketelitian di sini, pastikan ketika melepas master dari cakram jangan sampai tuas rem tertekan, karena akan membuang percuma minyak rem pada box minyak. Ikuti buku petunjuk dengan seksama untuk penggantian campas rem. Rem dengan teknologi hidrolis sudah ada yang menggunakan piston (seperti sepeda motor cakram) piston ini berfungsi menekan kampas rem.

Rawatlah selalu kebersihan kampas rem anda, cek selelu kondisi tuas, kabel dan minyak rem. Jika sepeda gunung anda habis di pakai di medan offroad dan banyak kotoran yang menempel segeralah bersihkan.

Komponen sepeda yang terawat akan memberikan kenyamanan dan keamanan ketika bersepeda, happy cycling.

smbr : Zona Sepeda
Continue Reading...

Tips dan Trick mencuci sepeda yang aman

Sepeda gunung atau mountain bike (MTB) kadang dipergunakan untuk menaklukan medan-medan khusus - tidak selalu on-road - baik melalui medan off-road kering maupun off-road basah. Medan yang terakhir ini kadang membuat Sepeda MTB Anda menjadi ‘belepotan’, penuh dengan tanah basah yang menempel di seluruh bagian sepeda Anda, baik frame, ban maupun gear Anda. Hal ini tentunya membutuhkan penanganan khusus ketika membersihkannya. Berikut ini tips mencuci sepeda MTB langkah-demi-langkah:

1. Air Sabun. Pertama-tama gunakan air sabun (detergen) untuk menghilangkan dan melarutkan lumpur atau tanah kotor dari seluruh body speda dan ban, menggunakan kain, sikat dan kuas. Hindari penyemprotan langsung air ke seluruh body sepeda. Karena dikhawatirkan air akan turut masuk ke laker dan gear, dimana nantinya justru akan membuat karat di dalamnya.

2. Gunakan Bensin. Khusus untuk membersihkan gear, fork - untuk jenis single/double crown - laker ban, rantai (chain) atau persendian yang lain, gunakan bensin untuk melarutkan kotoran dengan bantuan kuas. Khusus untuk rantai, bersihkan secara khusus segmen per segmen rantainya dari pasir untuk memperlancar gesekan antar segmen.

3. Oli (Penetran). Setelah seluruh sepeda bersih dari kotoran/lumpur dan tanah, semprotkan oli (penetran) ke bagian-bagian persendian tersebut, seperti chain, gear, suspension fork , dsb. Penetran juga dapat dipergunakan untuk menghilangkan jamur aluminium yang seringkali muncul pada bagian breaker-handle.

4. Pelapis Body. Gunakan pelapis body/cat - seperti pelapis body mobil - untuk memperkilau cat sekaligus menjaga warnanya supaya tidak lekas pudar.

5. Semir Ban. Gunakan semir ban, untuk lebih mempercantik penampilan sepeda MTB anda. Karena Ban merupakan salah satu komponen dominan dari sepeda MTB Anda. Kini sepeda Anda nampak seperti baru kembali
Continue Reading...

Pengenalan Anatomi Sepeda dan Fungsinya


Tips dan Triks Zonasepeda.com kali ini coba mengulas mengenai bagian-bagian sepeda gunung, banyak dari kita telah lama mengendari sepeda gunung (MTB) tapi kurang mengetahui komponen atau bagian-bagian sepeda yang kita pakai.

Dengan Tips dan Trik Zonasepeda kali ini diharapkan kita mengetahui lebih mendalam bagian-bagian penting dari sepeda kita dengan tujuan jika ada masalah pada salah satu komponen kita dapat mengetahui dengan detail penyebab dan bahkan mungkin memperbaikinya.

Handle Bar
Lebih dikenal dengan stang kemudi, pada MTB ada beberapa jenis Monkey bar, Rise bar dan Standart bar. Handle bar adalah kokpit sepeda kita, kontrol gigi transmisi, rem depan-belakang terdapat di handlebar ini. Pilihlah handle bar yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Top Tube
Merupakan bagian dari frame sepeda bagian atas, Tips: Sesuaikan ukuran frame dengan tubuh anda

Down Tube
Merupakan bagian dari frame sepeda, melitang dari HeadSet terhubung langsung dengan top Tube Seat, Stay dan Rumah BB (buttom Bracket)

Shifter
Grupsets (komponen) pemindah gigi tranmisi, berfungsi untuk menggerakan FD (front derailleur) dan RD (rear derailleur), Shifter yang beredar dipasaran untuk penggerak RD mencapai 9 – 10 speed, untuk Shifter FD biasanya hanya terdiri 2 – 3 speed.

Handgrip
Adalah pembungkus Handlebar (stang kemudi) berbahan karet/tape tergantung kebutuhan. Usahakan Handgrip tidak berputar pada handlebar saat kita berkendara, handgrip yang terlalu tebal atau terlalu tipis mengurangi kenyamanan kita dalam bersepeda.

Brake Lever
Tuas Rem (depan-belakang) posisikan Brake laver dengan benar sesuaikan dengan kenyamaan anda ketika bersepeda, usahakan jari tangan dapat meraih dengan mudah lever (tuas).

HeadSet
Bagian depan Frame yang didalamnya terdapat bearing dan komponen lainnya yang berfungsi untuk menghubungkan Fork(suspensi) depan dengan stem dan handlebar.

Stem
Merupakan bagian kokpit sepeda kita, berfungsi untuk menghubungkan handle bar – Headset dan Fork(suspensi) depan. Stem tersedia dalam beberapa ukuran untuk suspensi depan yang panjang (long travel) bentuk stem berbeda dengan stem standart, Tips: jika anda merasa stem anda terlalu panjang dan kita bersepeda terasa membungkuk anda bisa menggantinya dengan ukuran stem yang pendek.

Sadle
Sadel – tempat duduk pengemudi, untuk sepeda MTB biasanya berukuran lebih tebal dibandingkan dengan roadbike. Atur posisi Sadel supaya benar-benar lurus (horizontal), atur maju dan mundurnya sandel usahakan tidak terlalu jauh atau terlalu dekat dengan hadle bar.
Tips:Posisi yang tidak tepat akan mengakibatkan tidak nyaman kitika bersepeda pada kasus serius mengakibatkan cidera pinggang.

SeatPost
Dudukan Sadel (sadle) penghubung antara sadel dengan frame sepeda, posisi vertikal sesuaikan dengan kenyamanan anda. Tips:cobalah naik sepeda pada posisi berhenti, luruskan kaki anda hingga benar2 meraih pedal. Jika posisi kaki masih terlihat dan dirasa masih tidak lurus padahal posisi pedal sudah dibawah hal ini pertanda bahwa seatpost anda kurang tinggi. Aturlah seatpost hingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan anda.

Seat Stay
Merupakan bagian belakang frame. Untuk MTB dual suspension Seat Stay biasanya berupa swingarms (lengan ayun) terhubung dengan frame menggunakan suspensi belakang.

Pedals
Kayuhan. Merupakan komponen memutar Buttom Bracket dan Crankset sehingga sepeda bisa bergerak (digerakan ketika kita mengayuh sepeda).

Crank Set
Komponen lengan yang menghubungkan pedals dengan chainrings.

Chain Ring
Merupakan komponen tranmisi gigi depan (biasanya terdiri dari 2 -3 Chain Rings). Berfungsi menghubungkan rantai dengan Crankset.

Chain
Rantai. Merupakan komponen yang sangat vital fungsinya karena inilah yang bertugas menghubungkan Crankset Chain Ring dengan komponen Roda belakang, sehingga sepeda dapat melaju.

Idler Pulley
Merupakan bagian dari Rear Derailleur (RD), berupa gir (gigi) kecil disertai tension (biasanya berupa per-pegas) yang berfungsi agar chain (rantai) tetep lurus dan tidak kendor.

Front Derailleur
Merupakan komponen vital pada sepeda MTB, berfungsi mengatur pemindahan gigi depan (chain rings). Lebih dikenal dengan istilah FD, terhubung langsung dengan Shifter.

Rear Derailleur
Merupakan komponen vital pada sepeda MTB, berfungsi mengatur pemindahan gigi belakang. Lebih dikenal dengan istilah RD, terhubung langsung dengan Shifter.

Rims
Merupakan komponen Wheelset (roda) lebih di kenal dengan Pelak (pelek) sepeda.

Tire
Ban. Terbuat dari karet, Tips:sesuaikan jenis dan ukuran ban dengan kebutuhan anda. Ukuran ban untuk jenis aspal (road) biasanya tapak kecil dan motif standart. Untuk ada yang menggemari offroad atau bahkan downhill pilihlah jenis ban dengan tapak lebar dan motif khusus full offroad.

Front Fork
Suspensi depan, Merupakan bagian sepeda yang berfungsi menghubungkan roda (whellset) depan dengan kemudi (handlebar). Fork yang beredar di pasaran tersedia berbagai jenis, merek dan ukuran. Tips:sesuaikanlah jenis dan ukuran fork dengan kebutuhan anda, untuk medan aspal gunakan fork dengan panjang travel standart, sedangkan untuk penggemar downhill biasanya menggunakan travel yang panjang.

Master Dishbrake
Merupakan komponen Brake (rem), merupakan rumah bagi kampas rem. Komponen ini berfungsi untuk menjepit dishbrake ketika kita melakukan pengereman.
Untuk jenis Brake konvensional (V-brake) komponen ini tidak ada fungsinya digantikan oleh brakepad.

DishBrake
Cakram, berupa piringan terhubung langsung dengan wheelset baik depan atau belakang. Untuk jenis V-brake komponen ini tidak ada.

Spokes
Jari-jari Roda, menghubungkan Hub dengan Rims (pelak).

Hub
Terletak ditengah roda disinilah jari-jari dan Rims (pelak) terhubung. Komponen didalamnya terdapat bearing (gotri).

Demikianlah Tips sederhana mengenal anatomi sepeda gunung dari zonasepeda.com, dengan bekal ini kita menjadi lebih tahu macam-macam komponen yang ada pada sepeda gunung kita. Happy cycling,
Continue Reading...

Senin, 16 November 2009

Ngluthus ke Coban Jahe,....

Pada hari minggu tgl 8 november 2009 kita berlima mancal2 ke coban jahe,....berangkat jam 5 pagi,...rute lumayan menantang cuman sayang banyak roadnya,..start dari rampal jam 6:30 sampai coban jahe sekitar jam 8 kurang,..Wana Wisata Coban Jahe yang terletak di Padukuhan Begawan Desa Pandansari Lor Kecamatan Jabung Tumpang. Coban Jahe merupakan obyek wisata yang masih alami, disetiap perjalanan disuguhi keelokan alam pegunungan, suasana pedesaan, dan sungai/sumber air yang jernih. Ketinggian Coban Jahe kurang lebih50 meter.


Continue Reading...

Senin, 02 November 2009

Blitar Kota Patria

Mancal bareng dalam rangka HUT Kodim Blitar, kita bertujuh,.. gege, agus, ndika, ukis, fendy, adi candra, kaseng,... kita berangkat pada pukul 5.30 pagi menuju Kota Blitar,... nyampe dikota blitar pada pukul 6.30 pagi,...start dimulai pukul 7 pagi,..jalur ada 2 pilihan rute pendek 15 km,..rute panjang 41km,.. rute yang yang dilewati lumayan menantang karena tidak hanya lewat jalan aspal aja tetapi juga melewati jalan berbatu dengan bermacam macam variasi tanjakan dan turunan yang lumayan berat,..... dari kabupaten malang club-club yang hadir ada NCC kepanjen, SCC Sumberpucung


Continue Reading...

Sabtu, 10 Oktober 2009

VIDEO

Continue Reading...

FOTO










































































Continue Reading...
 
mtb-senggreng.blogspot.com

MTB Senggreng Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template