Selasa, 20 April 2010

TIPS MEMILIH SETANG MTB

Persendian tangan cepat lelah, atau otot-otot lengan terasa kaku setelah bersepeda? Bisa jadi, hal itu terjadi akibat pemilihan tipe dan posisi setang yang kurang sesuai. Sebetulnya cara menentukan pilihan setang ideal adalah bukanlah perkara sulit. Coba simak baik-baik tips dibawah ini. Langakah pertama yang harus dilakukan adalah mengukur lebar pundak anda. Lebar pundak atau bahu merupakan satu-satunya ukuran yang bisa dipakai untuk menentukan lebar setang. Makanya sebelum memilih setang lebar pundak harus di ukur lebih dahulu. Lebar bahu biasanya berada dalam rentang 38 dan 44 cm. Bila lebar bahu anda 42 cm, maka pilihlah setang dengan ukuran tersebut. Cara mengukur setang adalah dengan menempatkan ukuran pada sisi terluar kesisi terluar satunya lagi. Lebar dan posisi setang yang cocok akan meningkatkan efisiensi pernafasan saat mengayuh. Satu catatan khusus, saat menghadapi tanjakan, kita memerlukan setang yang lebih ciut. Jadi, setang yang baik juga harus memungkinkan kita memegang bagian dalamnya dengan nyaman. Untuk setang model rata ( flat bar ), memilih setang yang panjang dan kemudian memotongnya sesuai dengan kebutuhan tubuh adalah langkah yang paling mudah. Untuk mengubah posisi cengkraman tangan, ada baiknya juga jika kita menggunakan bar end. Bar end terasa sekali fungsinya saat rute yang dilalui menanjak, sebab otomatis cengkraman tangan akan berubah menjadi gerak mengangkat dan menarik bobot tubuh condong ke arah depan. Jika anda menggunakan setang tipe rise bar ( yang melengkung ke atas ), tak ada salah jika anda menggunakan setang yang lebarnya sedikit lebih lebar dibanding lebar bahu anda. Rise bar memberikan kenyamanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan flat bar. Tapi harus di ingat bahwa setang rise bar ini lebih cocok digunakan untuk medan dengan teknikal tinggi, namun kurang cocok untuk mengayuh kencang. Lantara itu, rise bar hanya layak dipakai untuk sepeda dalam kota, touring ke medan offroad, serta sepeda-sepeda yang akan dipakai untuk kompetisi dengan rintangan teknik tinggi seperti downhill ataupun free ride.
Continue Reading...

Senin, 19 April 2010

AYO KITA DUKUNG GERAKAN BIKE TO WORK


Jangan berharap semua orang akan mendukung gerakan Bike To Work. Sejumlah pakar lingkungan bahkan mengecam orang-orang yang menaiki sepeda di tengah polusi udara yang pekat itu. Pada kondisi udara yang kotor itu, bersepeda nyaris tak ada bedanya dengan tindakan bunuh diri. Maklumlah, saat bersepeda paru dan jantung akan bekerja exstra keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Tapi alih-alih memperoleh pasokan oksigen, justru aneka gas beracun masuk ke dalam tubuh. Tapi tak apalah, negeri ini memang butuh martir, tapi bukan martir dalam arti sebenarnya. Akan lebih tepat jika para bike to worker itu dikatakan sebagai pahlawan lingkungan. Kenapa? Martir menjadikan dirinya sebagai korban. Tapi tak demikian bagi bike to worker. Para pahlawan ini sadar benar bahwa kondisi udara memang sudah tak lagi bagus. Udara yang sehari-hari dihirup oleh warga ini sangat sarat dengan kandungan karbon monoksida (CO), ada paparan timbal, (Pb) dan lain sebagainya. Naik sepeda ataupun tidak, udara berkwalitas buruk itulah yang harus di sedot. Bedanya, dengan naik sepeda kita tak perlu memperburuk kwalitas udara yang ada disekitar kita. Bike to worker hanya mengeluarkan keringat, tapi tidak mengemisi CO atau Pb. Tapi bukankan mereka menghisapnya sepanjang perjalanan? Ya juga, memang. Satu hal yang tak boleh dilupakan. berbarengan dengan saat mereka menghisap udara buruk itu, jantung dan paru mereka beraktivitas. Penelitian yang dilakukan di Singapura dan Amerika, membuktikan jantung dan paru yang aktif bisa mengurangi jumlah zat beracun yang merasuki tubuh. Kata lainnya, racun yang merasuki tubuh orang yang naik sepeda ditengah polusi udara, jauh lebih ringan dibandingkan yang diserap oleh pengendara sepeda motor atau mereka yang memanjakan diri dengan dinginnya air conditioner di dalam mobil. Ingat filter udara yang ada diperangkat AC sejatinya tak bisa menangkal masuknya aneka zat beracun. Di dalam mobil, mereka mungkin memang bisa berleha-leha menikmati udara yang adem. Tapi kesehatan mereka tak lebih baik dibandingkan dengan mereka yang terengah-engah mengayuh sepada. Jadi siapa yang sesungguhnya melakukan tindakan bunuh diri itu? Siapa pula yang jadi martir dan pahlawan? Anda tentu sudah bisa menjawabnya sendiri.
Continue Reading...

Senin, 08 Maret 2010

SEJAWAT Seri 10 Pacet Mojokerto



Sejawat seri 10 pacet mojokerto, Begitu kita tiba di pacet sudah kebingungan mengenai penginapan, vila yang dipakai untuk kita ternyata sudah di tempati oleh club lain. Untung ada yang nolongin dan memberi kita penginapan dan dengan biaya pribadi. Thanks untuk mas Endri,...kami hutang budi banget dan semoga amal kebaikan mas dapat balasan dari Allah SWT,...thanks banget mas.Mengenai Trek rute benar2 terlalu menantang. Rute 90% jalan, karena trek terlalu sempit, dan licin. (foto2 bisa dilihat di Galeri Foto)
Continue Reading...

Jumat, 05 Februari 2010

BLITAR FUN & ADVENTURE BIKE 2010

Dalam rangka memperingati hari bumi 2010, MATA DEWA Organizer menggelar rangkaian even BLITAR FUN & ADVENTURE BIKE 2010. Even ini dilaksanakan melewati 2 rute yang mempesona. Rute Fun sepanjang 20 km dengan panorama yang menawan, sedangkan Rute Adventure sepanjang 30 km dengan kombinasi track Offroad diselingi single track di lereng G. Kelud dan G. Kawi dengan pemandangan kebun teh yang indah. Sedangkang mengenai hadiah,....hadiah utama 3 unit sepeda motor,....serta banyak hadiah lainnya.....sedangkan tanggal pelaksanaan yaitu 4 April 2010 start pukul 06:00 WIB. Start dan Finish Lapangan PDAM Wlingi Blitar.
Contact Person
silahkan lihat di famplet
Continue Reading...

Selasa, 26 Januari 2010

MEMINDAHKAN BERAT BADAN SAAT MENAKLUKAN TANJAKAN

Bagi penggemar MTB Senggreng tanjakan dan turunan adalah ibarat lauk dan sayuran yang wajib di santap setiap saat. Tapi, sama juga seperti menyatap sayuran, cara melahap tanjakan juga ada caranya. Dan, meskipun penyuka MTB sangat banyak jumlahnya, masih banyak yang belum tahu cara yang benar untuk menaklukan tanjakan. Menurut sejumlah literatur, kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh pesepeda adalah dalam hal mengatur pusat berat badannya. Mereka membebankan seluruh bobot tubuhnya ke pedal dan roda belakang. ciri-ciri dari mereka ini gampang dilihat. Jika seorang pesepeda berdiri diatas pedal, tangannya bergantung ke setang, dan kepalanya menunduk dan berada di atas roda depan, itu merupakan pertanda bahwa sebagian besar bobotnya dialirkan ke roda belakang. Roda depan karena terbawa oleh gerakan mengangkat yang diterima sadel, menjadi berkurang cengkramannya ke tanah. Apa yang terjadi kemudian,..akan sangat mudah ditebak. Pada medan yang licin, atau berkerikil, roda belakang akan mudah selip. Cara mengayuh ini sebaiknya jangan digunakan. Bagaimana posisi terbaik saat ditanjakan? Kalaupun harus berdiri, maka berdirilah diatas pedal dengan posisi badan yang lurus, jangan terlalu membungkuk. Gunakan tangan untuk menekan setang agar traksi roda depan tetap bagus meskipun sebagian besar bobot pengendara berpindah keroda belakang. Posisi yang demikian akan menghasilkan efisiensi pedaling maupun steering. Haruskah mengayuh sembari berdiri? Tentu tidak. Mengayuh dengan posisi berdiri sedapat mungkin justru harus dihindari. Berdiri hanya boleh dilakukan pada saat-saat tertentu saja. Yakni jika tanjakan yang akan dilakukan tidak cukup panjang hingga bisa dilahap dalam tempo kurang dari 2 menit. Jika waktu yang dibutuhkan lebih dari itu, mengayuh sambil berdiri akan membuang tenaga sia-sia saja. Sebagian besar tanjakan harus ditaklukan sambil tetap duduk diatas sadel. Posisi duduk harus diatur dengan membiarkan badan anda tetap berada disadel atau setidaknya berat badan berada diarea belakang roda. Atur gear pada posisi rendah dengan tujuan agar pedaling bisa dilakukan dengan teratur. Jangan terlalu memaksakan untuk mendorong handlebar dan roda depan karena bisa menyebabkan kehilangan keseimbangan dan steering menjadi tidak efisien. Ini baru persiapan untuk menanjak. Bila sudah memasuki medan yang sesungguhnya, anda harus mengatur posisi badan agar beratnya ada di tengah sepeda dengan tujuan meningkatkan traksi pada roda belakang. Jaga pedaling agar tetap bergerak. Iramanya juga harus teratur, tidak cepat juga tidak pula lambat, harus teratur pada kisaran 60-100 x per menit. Kayuh sepeda dengan halus untuk menjaga keseimbangan,..... (moga bermanfaat MTB-SENGGRENG-MALANG)
Continue Reading...

Selasa, 12 Januari 2010

Fun Bike di Kota Malang

East Java Fun Bike to preven global warming Jawa Bali dilaksanakan pada hari minggu 31 januari 2010 start dan finish di balai kota Malang start dimulai pukul 6.30 Tiket Rp. 35.000,- Free T-Shirt Global Warming Hadiah 5 Honda Revo 8 Sepeda Gunung Polygon TV, Lemari Es, & Ratusan Door Prize Ayo Bolo didukung gerakan global warming ben bumine ora tambah panas,....ojo bosen2 mancal pedal,...ra usah sobo spbu maneh,......
Continue Reading...

Rabu, 06 Januari 2010

Anda ingin sehat??? Ayo bersepeda!!!!

Bersepeda akan sangat bermanfaat untuk kesehatan dan menjaga tubuh kita selalu dalam keadaan bugar. Bersepeda akan bermanfaat untuk Hati dan Jantung
Dengan bersepeda tiap hari akan melatih nafas kita untuk bernafas lebih panjang di bandingkan dengan orang yang tidak bersepeda, bersepeda lebih efektif dibandingkan dengan senam erobic dan lebih menyenangkan. Bersepeda merupakan salah satu bentuk olah raga yang paling efektif dan murah untuk mencapai kesehatan yang mahal harganya. Sebagai contoh, bersepeda dan mengurangi resiko serangan jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes, untuk itulah kenapa bersepeda merupakan salah satu sarana untuk hidup sehat.

Hasil penelitian menyebutkan bersepeda dalam jarak yang pendek dan sering dilakukan akan mengurangi kematian kurang lebih 22%.

Bersepeda dan Berat badan
Bersepeda dapat dijadikan salah satu program untuk mengurangi berat badan. Dengan bersepeda kita sama saja membakar energy kita yang dihasilkan dari makanan yang kita konsumsi semisal coklat dan sedikit minuman beralkohol (sekitar 300 kalori).

Hanya dengan 15 menit bersepeda dari rumah ke kantor kita 5 – 6 kali dalam seminggu, kita telah berhasil mengurangi berat badan kita 11 pounds dalam satu tahun.

Bersepeda dan Mood (semangat)
Bersepeda memberikan efek yang positif pada perasaan dan suasana hati kita. Bersepeda dapat mengurangi depresi, strees, meningkatkan mood dan memotivasi diri kita. Sebagai contoh dengan bersepeda kita dapat melihat lingkungan sekitar secara lebih seksama, bersosialisasi dengan lingkungan, menikmati pemandangan alam dan udara yang segar. Bonus dari semua itu adalah kesehatan.

Bersepeda dan Polusi udara
Jika tidak perlu kuatir dengan polusi udara yang disebabkan lalulintas kendaraan, hasil penelitian menyebutkan orang yang bersepeda lebih sedikit terkena polusi udara dari pada orang yang naik kendaraan bermotor. Hal ini di mungkinkan karena orang yang bersepeda bernafas lebih teratur dan menghisap oksigen lebih banyak.

Helm Sepeda
Jangan melupakan benda satu ini, meski sampai sekarang masih banyak anggapan bahwa memakai helm saat bersepeda itu bukan suatu hal yang penting anggapan tersebut salah. dengan memakai helm dapat mengurangi resiko terjadinya kecelakaan jika kita jatuh atau kecelakaan lainnya. Untuk mendapatkan Helm sesuai dengan keamanan dan kenyamanan bersepeda kita dapat mengunjungi toko sepeda terdekat disana kita bisa mendapatkan banyak pilihan ukuran yang sesuai dengan ukuran kepala kita. Dengan Helm bersepeda menjadi lebih aman dan nyaman.
smb : sepedaku
Continue Reading...

Jumat, 01 Januari 2010

KLASIFIKASI SEPEDA GUNUNG BERDASARKAN FUNGSI

Setidaknya ada 5 jenis sepeda gunung berdasarkan fungsinya, yaitu:

a. Cross country (XC)
Dirancang untuk lintas alam ringan hingga sedang. Didesain agar efisien dan optimal pada saat mengayuh dan menanjak di jalan aspal hingga jalan tanah pedesaan.

b. All mountain (AM)
Dirancang untuk lintas alam berat seperti naik turun bukit, masuk hutan, melintasi medan berbatu, dan menjelajah medan offroad jarak jauh. Keunggulan all mountain ada pada ketahanan dan kenyamanannya untuk dikendarai. Hampir semua sepeda AM bertipe full-suspension.

c. Freeride (FR)
Dirancang untuk mampu bertahan menghadapi drop off (lompatan) tinggi dan kondisi ekstrim sejenisnya. Bodinya kuat namun tidak secepat dan selincah all mountain karena bobotnya yang lebih berat. Kurang cocok untuk dipakai jarak jauh.

d. Downhill (DH)
Dirancang agar dapat melaju cepat, aman dan nyaman dalam menuruni bukit dan gunung. Mampu menikung dengan stabil pada kecepatan tinggi dan selalu dilengkapi suspensi belakang untuk meredam benturan yang sering terjadi. Sepeda DH tidak mengutamakan kenyaman mengayuh karena hanya dipakai untuk turun gunung. Sepeda downhill juga lebih mengacu pada lomba, sehingga selain kekuatan, yang menjadi titik tekan dalam perancangannya adalah bagaimana agar dapat melaju dengan cepat. Untuk menuju ke lokasi, para downhiller tidak mengayuh sepeda mereka namun diangkut dengan mobil. Tidak efisien dipergunakan di dalam kota maupun di jalur cross country.

e. Dirtjump (DJ)
Nama lainnya adalah urban MTB. Penggemar jenis ini awalnya adalah anak muda perkotaan yang menggunakan sepeda gunung selain sebagai alat transportasi, ngebut di jalanan kota, juga digunakan untuk melakukan atraksi lompatan tinggi dan ekstrim. Fungsinya mirip BMX namun dengan bentuk yang diperbesar.
Continue Reading...
 
mtb-senggreng.blogspot.com

MTB Senggreng Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template