
Bagi penggemar MTB Senggreng tanjakan dan turunan adalah ibarat lauk dan sayuran yang wajib di santap setiap saat. Tapi, sama juga seperti menyatap sayuran, cara melahap tanjakan juga ada caranya. Dan, meskipun penyuka MTB sangat banyak jumlahnya, masih banyak yang belum tahu cara yang benar untuk menaklukan tanjakan. Menurut sejumlah literatur, kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh pesepeda adalah dalam hal mengatur pusat berat badannya. Mereka membebankan seluruh bobot tubuhnya ke pedal dan roda belakang. ciri-ciri dari mereka ini gampang dilihat. Jika seorang pesepeda berdiri diatas pedal, tangannya bergantung ke setang, dan kepalanya menunduk dan berada di atas roda depan, itu merupakan pertanda bahwa sebagian besar bobotnya dialirkan ke roda belakang. Roda depan karena terbawa oleh gerakan mengangkat yang diterima sadel, menjadi berkurang cengkramannya ke tanah. Apa yang terjadi kemudian,..akan sangat mudah ditebak. Pada medan yang licin, atau berkerikil, roda belakang akan mudah selip. Cara mengayuh ini sebaiknya jangan digunakan. Bagaimana posisi terbaik saat ditanjakan? Kalaupun harus berdiri, maka berdirilah diatas pedal dengan posisi badan yang lurus, jangan terlalu membungkuk. Gunakan tangan untuk menekan setang agar traksi roda depan tetap bagus meskipun sebagian besar bobot pengendara berpindah keroda belakang. Posisi yang demikian akan menghasilkan efisiensi pedaling maupun steering. Haruskah mengayuh sembari berdiri? Tentu tidak. Mengayuh dengan posisi berdiri sedapat mungkin justru harus dihindari. Berdiri hanya boleh dilakukan pada saat-saat tertentu saja. Yakni jika tanjakan yang akan dilakukan tidak cukup panjang hingga bisa dilahap dalam tempo kurang dari 2 menit. Jika waktu yang dibutuhkan lebih dari itu, mengayuh sambil berdiri akan membuang tenaga sia-sia saja. Sebagian besar tanjakan harus ditaklukan sambil tetap duduk diatas sadel. Posisi duduk harus diatur dengan membiarkan badan anda tetap berada disadel atau setidaknya berat badan berada diarea belakang roda. Atur gear pada posisi rendah dengan tujuan agar pedaling bisa dilakukan dengan teratur. Jangan terlalu memaksakan untuk mendorong handlebar dan roda depan karena bisa menyebabkan kehilangan keseimbangan dan steering menjadi tidak efisien. Ini baru persiapan untuk menanjak. Bila sudah memasuki medan yang sesungguhnya, anda harus mengatur posisi badan agar beratnya ada di tengah sepeda dengan tujuan meningkatkan traksi pada roda belakang. Jaga pedaling agar tetap bergerak. Iramanya juga harus teratur, tidak cepat juga tidak pula lambat, harus teratur pada kisaran 60-100 x per menit. Kayuh sepeda dengan halus untuk menjaga keseimbangan,..... (moga bermanfaat MTB-SENGGRENG-MALANG)
11 komentar:
Tips nya sangat bermanfaat. Tks
mantap infonya.:D
Wah bermanfaat Tuch Sob.....apalagi jarang orang yg tau kLo ga biasa apalagy medannya D'bkit hhe
wwuih mantap ya maen sepeda gunung, penuh tantangan dan tentu saja menyehatkan, let's go .... wuss wuss
nice info...
Rupanya sepeda ada juga triknya ya sob...
Kirain cuma modal dengkul aja..
Thank;s sharing ilmunya
Jadi pengen naek sepeda lagi nih kalo ada tipsnya....BErsepeda termasuk salah satu olahraga yang sehat dan murah...
duh dah lama juga nih ga naik sepedah.. seger x ya badan jadi sehat..
tukeran link sob..
nice info neh sob... makin sehat aja dunia ini kalo semua generasi di tanah blogger menakhlukan setiap rintangan...
hohoho...
MAJU TERUS......!!!!!!!!
sangat bermanfaat palagi bwat yang hoby....sip dah thanks yup
Posting Komentar